Belajar Memasak Itu Sebenarnya Mengasyikan, Tak akan pernah habis dan selesai apa yang akan kita pelajari di dunia masak memasak ini, Asal Mau Mencoba Lama - Lama Juga Muncul Sendiri Feeling Masak anda - Rasakan Betapa Bahagianya Anda Ketika Masakan Yang anda sajikan Ternyata di Sukai Orang - orang yang Mencicipinya. - Cobalah ! Bahagia Itu Ternyata Bisa Juga Di Dapat Dari Belajar Memasak. Selamat Belajar !

LightBlog

KEJUTAN DISKON LAZADA 12.12 2018

Promo Bukalapak

Translate

Rabu, 19 September 2018

Mengenal Bahan Pengawet Makanan dan Minuman Yang Aman dan Tidak Aman Namun Masih Di Perbolehkan


Berbicara pengawet makanan tentunya kita berfikiran negatif terhadap hal ini, walau pun sebenarnya tidak semua pengawet bahan makanan itu berbahaya untuk di konsumsi, dan terkadang pengawet bahan makanan memang sangat di perlukan untuk mencegah berkembang biaknya bakteri dan jamur pada makanan tersebut dalam waktu yang sangat cepat, selama dosis atau mengikuti aturan penggunaan, pengawet makanan bukanlah hal yang menyeramkan dan berbahaya bagi tubuh kita, karena bahan - bahan pengawet makanan yang di perbolehkan saat ini dan dianggap masih aman untuk di konsumsi oleh tubuh kita, bahan pengewet makanan tersebut haruslah ada persetujuan BPOM dan badan-badan otoritas internasional dalam keamanan pangan seperti FDA ( Badan Administrasi Pangan dan Obat di Amerika Serikat), EU (Uni Eropa), FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian), WHO (Badan Kesehatan Dunia), serta CODEX ( badan standarisasi pangan internasiona ) tetunya setelah melalui pengujian ekstensif yang membuktikan bahwa bahan pengawet makanan tersebut aman untuk kesehatan yang diatur dalam Permenkes No.722/Menkes/IX/88, ternyata banyak bahan pengawet makanan yang telah digunakan secara luas dalam berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia maupun di mancanegara, sejak lebih dari 50 tahun lalu, dan biasanya kita bisa mendapatkan informasinya di balik kemasan makanan yang kita konsumsi.

Berikutnya kita akan mengenal lebih jauh nama - nama serta jenis bahan pengawet makanan yang aman untuk di konsumsi dan yang kurang aman di konsumsi namun masih di perbolehkan untuk di pergunakan dalam dosis dan aturan pakai yang seimbang, untuk Harga dan kwalitas serta fungsi peruntukannya anda bisa cek, dengan cara --->
http://ho.lazada.co.id/SHGX88?keyword=bahan%2520masakan


Pada dasarnya Bahan pengawet pada makanan dan minuman itu berfungsi menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi makanan. Natrium Benzoat dikenal juga dengan nama Sodium Benzoat atau Soda Benzoat. Bahan pengawet ini merupakan garam asam Sodium Benzoic, yaitu lemak tidak jenuh ganda yang telah disetujui penggunaannya oleh FDAdan telah digunakan oleh para produsen makanan dan minuman selama lebih dari 80 tahun untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme (jamur)


Berikut ini nama - Nama Bahan Pengawet Makanan Yang Di Izinkan Penggunaannya di Indonesia :


1. Asam Benzoat

2. Asam Propionat

3. Asam Sorbat

4. Sulfur Dioksida

5. Etil P-hidroksi Benzoat

6. Kalium Benzoat

7. Kalium Sulfit

8. Kalium Bisulfit

9. Kalium Nitrat

10. Kalium Nitrit

11. Kalium Propionat

12. Kalium Sorbat

13. Kalsium Propionat

14. Kalsium Sorbat

15. kalsium Benzoat

16. Natrium Benzoat

17. Metil-p-Hidroksi Benzoat

18. Natrium Sulfit

19. Natrium Bisulfit

20. Natirum Metabisulfit

21. Natrium Nitrat

22. Natrium Nitrit

23. Natrium Propionat

24. Nisin

25. Propil-p-Hidroksi Benzoat


---> SELANJUTNYA


Namun Dari sekian banyak Jenis Bahan pengawet makanan dan minuman yang ada, ada beberapa yang nama dan penggunaannya cukup populer di indonesia, yaitu :

Benzoat Natricus : Benzoat natricus atau natrium benzoat adalah pengawet yang umum digunakan di masyarakat karena bisa digunakan untuk mengawetkan semua jenis makanan dan minuman. Selain itu benzoat disahkan oleh pemerintah sebagai pengawet makanan

Calcium Propionate : Calcium ppropionate adalah pengawet makanan yang biasa digunakan dalam adonan yang sedikit mengandung air, karena itu lebih cocok untuk roti manis dan roti tawar. Dengan menggunakan pengawet ini roti akan tahan terhadap jamur.

Potasium Sorbet :
Potasium Sorbet adalah jenis pengawet yang biasa digunakan untuk adonan yang mengandung banyak air. Potasium berdaya kuat anti busuk yang biasa digunakan sebagai bahan tambahan pengawet pada buah kalengan.

Sodium Propionate : Sodium propionate adalah bahan pengawet yang biasa digunakan untuk adonan yang mengandung cukup banyak air. Pengawet ini sangat cocok digunakan untuk semua jenis cake dan bolu karena sifatnya yang dapat menghambat tumbuhnya jamur penyebab kue cepat basi.


WASPADALAH WALAU DI PERBOLEHKAN NAMUN BAHAN PENGAWET MAKANAN DAN MINUMAN YANG BERSIFAT SINTETIS ATAU KIMIAWI INI TERNYATA BERINDIKASI EFEK SAMPING NEGATIF BAGI TUBUH JIKA DI KONSUMSI BERLEBIHAN !!!

Beberapa zat pengawet berikut diindikasikan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh individu tertentu, semisal yang alergi atau digunakan secara berlebihan.

Kalsium Benzoat
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium Benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma.

Sulfur Dioksida (SO2)

Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.

Kalium Nitrit
Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar, semisal daging kornet.

Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.

Kalsium Propionat / Natrium Propionat
Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

Natrium Metasulfat
Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.

Asam Sorbat
Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800; minuman bersoda 400.

---> SELANJUTNYA



Cara pengawetan makanan dan Minuman Secara Alami Tanpa Bahan Kimia, Tentunya Lebih Aman !


CARA MENGAWETKAN MAKANAN DENGAN GARAM

Salah satu metode pengawetan alami yang sudah dilakukan masyarakat luas sejak ribuan yang lalu adalah penggunaan garam atau NaCl. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan makanan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet.

Pengawetan dengan garam ini memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja. Contohnya ikan yang hanya tahan beberapa hari, bila diasinkan bisa disimpan selama berminggu-minggu.

CARA PENGAWETAN MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN SUHU RENDAH

Metode lain yang dianggap aman adalah pengawetan dengan menyimpan bahan makanan pada suhu rendah. Suhu di bawah nol derajat Celcius mampu memperlambat reaksi metabolisme, disamping mencegah perkembangbiakan mikroorganisme yang bisa merusak makanan.

Prosedur pengawetan melalui pembekuan ini bisa membuat makanan awet disimpan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Meski begitu, kualitas makanan yang dibekukan tetap saja berkurang sedikit dibandingkan makanan segarnya, tetapi pembekuan juga berpengaruh terhadap rasa, tekstur dan warna maupun sifat-sifat lain dari makanan tersebut.


CARA PENGAWETAN MAKANAN DENGAN CARA DIKERINGKAN
Cara lain yang juga kerap dilakukan untuk mengawetkan makanan adalah pengeringan karena air bebas merupakan faktor utama penyebab kerusakan makanan. Semakin tinggi kadar air dalam makanan tertentu, maka semakin cepat proses kerusakannya. Melalui proses ini, air yang terkandung dalam bahan makanan akan diminimalkan. Dengan begitu, mikroorganisme perusak makanan tidak bisa berkembang biak.


---> SELANJUTNYA
Loading...